Athena – Prahara di negeri filsuf seolah tidak berhenti. Setelah tersungkur akibat krisis ekonomi, Yunani kini diguncang aksi demontrasi massa terkait pembunuhan seorang rapper, Killah P.  Yang menarik, pembunuhan ini melahirkan sentimen rasis “neo-Nazi”. Fasisme terhadap kelompok imigran meningkat menyusul krisis ekonomi yang tidak kunjung berakhir.

Adalah Killah P, seorang imigran yang mencuat ke publik karena kemampuannya bernyanyi cepat. Pria berusia 34 ini memiliki nama asli Pavlos Flyssas. Dia dibunuh oleh sekelompok orang yang diduga berkaitan politik dengan Partai Golden Dawn. Menurut keterangan pejabat kepolisian, korban tengah bersama teman-temannya menonton pertandingan sepak bola di sebuah kafe di Keratsini, pinggiran Athena. Beberapa saksi mata mengatakan ia dan teman-temannya dikejar oleh massa sebelum dia ditikam.

Partai Golden Dawn memiliki pandangan politik neo-nazi yang anti terhadap warga pendatang. Belakangan, partai ini mendapat dukungan dan simpatik rakyat Yunani, karena kegagalan pemerintah setempat menyejahterakan rakyat. Krisis ekonomi yang tidak kunjung selesai di negara ini menyebabkan mayoritas cara pandang rakyat Yunani menyalahkan keberadaan kelompok imigran.

Meski demikian, aksi demonstrasi mengutuk pembunuhan Killah P masih berlangsung hingga kini. Mereka menolak cara pandang fasisme Golden Dawn yang dianggap berlawanan dengan demokrasi dan HAM. Realita ini tentu menyulitkan kondisi dalam negeri. Di satu sisi mayoritas rakyat tidak puas dengan kondisi ekonomi dan menyalahkan keberadaan imigran, namun di sisi lain harus dihadapkan pada tuntutan citra negara di mata internasional sebagai negara yang toleran terhadap perbedaan.

Seolah ingin mengaburkan substansi persoalan sebenarnya, Pemerintah Yunani justru memiliki niat membubarkan Partai Golden Dawn. Keinginan tersebut disampaikan Presiden Yunani, Karolos Papoulias. Dia mengultimatum Partai Golden Dawn untuk menginvestigasi secara internal pelaku pembunuhan.

Keterlibatan Golden Dawn dalam pembunuhan ini terungkap berkat pengakuan Killah sebelum tewas. Sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sempat mengidentifikasi sekitar 30 orang berpakaian hitam-hitam yang memojokkannya di sudut jalan gelap, termasuk sang pelaku yang mengakui dirinya merupakan pendukung berat partai Golden Dawn.

Pengakuan ini sontak mengundang kecaman publik. Seolah-olah Adolf Hitler yang memimpin Partai Sosialis Nasional (NAZI) Jerman kembali bangkit

Lalu bagaimana tanggapan Partai Golden Dawn sendiri? Tentu  saja partai ini membantah terlibat dalam kasus kriminal tersebut. Golden Dawn membantah memiliki hubungan dengan pelaku pembunuhan tersebut. ”Mereka sengsara dan celaka bukan hanya karena kebohongan, kurang ajar dan fitnah, tetapi karena mereka mengeksploitasi peristiwa tragis untuk berpolitik, untuk memenangkan suara dan untuk memisahkan masyarakat Yunani,” bunyi pernyataan Golden Dawn, seperti dikutip Reuters. (*)

 
De please note that essay schreiben englisch you also have to inform the registrations office of any change of address, even if you are only moving to another address within münster.

Print Friendly, PDF & Email