Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Filsafat Pendidikan Ibnu Khaldun

Posted by on Dec 10, 2014 in Pendidikan | 0 comments

  Adalah ilmuan ulung yang turut memberikan andil dalam menganalisa kemajuan dan keruntuhan sebuah negera dan peradaban yang dikenal sebagai peletak dasar ilmu sosiologi sangat layak untuk ditelaah karyanya. Namanya diabadikan dalam sebuah universitas Islam di Bogor yang menjadi role model islamisasi ilmu dan pendidikan Islam. Dialah Abdurrahman Ibnu Khaldun Al-Magribi Al-Hadrami Al-Maliki, yang lebih dikenal dengan Ibnu Khaldun, hidup antara 1223 hingga 1406 Masehi. Karena kesibukannya sebagai pejabat tinggi negara dan keterlibatannya dalam politik, serta pengembaraan ilmiahnya begitu jauh dan rumit, Ibnu Khaldun tidak banyak mengahasilkan karya tulis. Hanya tercatat beberapa buku kecil seputar logika dan filsafat, “Lubab al-Muhashshal“, tentang tasawuf “Syifa as-Sa’il li-Tahdzib al-Masa’il“, dan sebuah otobiografi “at-Ta’rif“. Namun, ketika berada dalam penjara, ia meninggalkan sebuah karya raksasa berjudul, “Al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wal-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wal Barbar wa man ‘Asharahum min dzawas-Sulthan al-Akbar“, atau disingkat...

Read More

Kasih Sayang Sejati Yang Ternodai

Posted by on Feb 13, 2014 in Aqidah, Artikel, Nasihat, Pemikiran, Pendidikan | Comments Off on Kasih Sayang Sejati Yang Ternodai

Kasih sayang adalah kebutuhan primer setiap manusia karena manusia  terlahir dari rongga tubuh bundanya yang bernama Rahim. Rahim secara bahasa bermakna  kasih sayang. Allah ta’ala menciptakan manusia  berdasarkan kasih dan sayang-Nya sehingga menisbatkan salah satu asma’-Nya yang Agung pada nama rongga dalam perut seorang ibu. Inilah kasih sayang sejati yang Allah anugerahkan kepada manusia. Sebuah kasih sayang suci tanpa noda hawa nafsu. Kasih sayang sejati merupakan bahasa dan ungkapan universal yang dapat dipahami oleh siapapun dengan bahasa apapun. Bahkan kasih sayang dapat dipahami oleh sesama manusia tanpa harus  menggunakan bahasa verbal. Begitu pula dalam hubungan antara manusia dengan hewan. Manusia dapat mengekspresikan dengan mudah kasih sayangnya pada hewan sehingga hewan dapat memahami sentuhan kasih sayang manusia tanpa perlu berkata-kata. Kasih sayang sejati bersifat positif dan bermoral. Namun sangat disayangkan, makna kasih sayang sejati kini telah ternodai oleh dominasi syahwat...

Read More

“Adakah Karakter Pancasila?” (2)

Posted by on Nov 7, 2013 in Artikel, Pemikiran, Pendidikan | 1 comment

Konsep Tauhid Seharusnya, bangsa Indonesia mau belajar dari kegagalan Orde Baru dalam upaya penempatan Pancasila sebagai pedoman amal. Upaya pemerintah Orde Baru untuk menempatkan Pancasila menjadi landasan moral dilakukan melalui sosialisasi dan indoktrinasi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Tahun 1978, Partai Persatuan Pembangunan menolak pengesahan Tap MPR tentang P4. Tokoh Masyumi Sjafroedin Prawiranegara juga berkirim surat kepada Presiden Soeharto tanggal 7 Juli 1983, yang menyatakan, bahwa tidak ada yang namanya moralitas Pancasila, karena urusan moral sudah ada dalam agama masing-masing. Sjafroedin menekankan, bahwa Pancasila adalah asas negara dan landasan konstitusi. Prof. HM Rasjidi juga berpendapat, P4 membahayakan keberadaan Islam. Misalnya, ajaran tentang kerukunan beragama telah dipergunakan untuk membelenggu umat Islam supaya tidak menentang pemurtadan umat Islam  oleh aliran kebatinan dan kristenisasi. Ada juga tokoh yang menulis bahwa P4 memberikan perlindungan terhadap aliran kepercayaan...

Read More

“Adakah Karakter Pancasila?” (1)

Posted by on Nov 5, 2013 in Artikel, Headline, Pemikiran, Pendidikan | Comments Off on “Adakah Karakter Pancasila?” (1)

PADA tanggal 24 Oktober 2013 lalu, saya bersyukur mendapatkan kesempatan berbicara dalam satu seminar tentang peradaban Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seminar itu diadakan sebagai satu rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-55 UMS. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Malik Fadjar, mantan rektor UMS yang dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Pembicara lain adalah Dr. Gina Puspita, pakar aeoronotika, dosen Fakultas Teknik UMS,  yang juga pendiri “Klub Istri Taat Suami”, serta Prof Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, pakar manajemen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tema yang diberikan kepada saya adalah “Pendidikan Islam Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab” — sama dengan judul salah satu buku yang saya tulis. Memang, diakui oleh banyak pakar pendidikan, bahwa salah satu kelemahan dari pendidikan kita selama ini adalah kurangnya penekanan pada pembentukan karakter unggulan anak didik. Prestasi belajar hanya diukur pada aspek kognitif....

Read More