Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Ketua MIUMI: Membangun Peradaban Indonesia itu dengan Budaya Ilmu

Posted by on Oct 4, 2014 in Berita, Headline, Nasihat, Nasional, Pemikiran | Comments Off on Ketua MIUMI: Membangun Peradaban Indonesia itu dengan Budaya Ilmu

Pidato Ketua UMUM MIUMI Pusat, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi pada Silatnas Bangil 2014 Persoalan yang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini, khususnya umat Islam Indonesia sangat kompleks. Namun jika disederhanakan dapat dibagi menjadi dua yaitu persoalan eksternal yaitu persoalan yang ditimbulkan oleh faktor di luar umat Islam; dan persoalan internal yaitu persoalan yang disebabkan oleh umat Islam sendiri. Secara eksternal menghadapi persoalan yang muncul dari peradaban lain yang berupa arus globalisasi, westernisasi, liberalisasi, sekularisasi yang disertai oleh faham pluralism, humanism, hedonism, materialisme dan dampak-dampak yang diakibatkan oleh faham-faham tersebut. Secara internal umat Islam menghadapi masalah persatuan dan kesatuan, masalah kualitas sumber daya dan kaderisasi, manajemen lembaga-lembaga, kelemahan ekonomi, hubungan internasional dan sebagainya. Akar dari kedua tantangan tersebut tidak lain adalah kelemahan ilmu pengetahuan umat Islam. Jika disepakati bahwa akar dari kedua tantangan diatas adalah ilmu pengetahuan maka yang perlu...

Read More

Silatnas MIUMI Mantapkan Fatwa Gender

Posted by on Oct 1, 2014 in Berita, Fatwa, Headline, Nasional, Pemikiran | Comments Off on Silatnas MIUMI Mantapkan Fatwa Gender

Silaturrahim Nasional ke-2 Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) memantapkan pembahasan dan penggodokan fatwa tentang paham Kesetaraan Gender. Silatnas kali ini berlangsung di Hotel Dalwa (Hotel milik pesantren Darul Lughah wad-Da’wah, Bangil, Jawa Timur), salah satu pesantren besar di Jawa Timur. Silatnas berlangsung 4 Dzulhijjah 1435 H/29 September2014. Disamping dihadiri perwakilan MIUMI dari berbagai daerah (Sumatra, Sulawesi, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogya, dan sebagainya), Silatnas juga dihadiri oleh sejumlah intelektual dan ulama muda yang sudah dikenal kepakarannya dalam berbagai bidang, seperti Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (pakar filsafat dan pemikiran Islam), KH Bachtiar Nasir (pakar Ilmu al-Quran), Dr. Zainuddin MZ (pakar hadits, ketua MIUMI Jatim), Dr. Ahmad Zain an-Najah (pakar syariat Islam, Ketua Majelis Fatwa DDII), Kyai Muh. Idrus Romli (ulama muda NU, pakar fiqih dan aliran keagamaan), Ust. Farid A. Okbah (pakar aliran keagamaan), Dr. Jeje Zainuddin (pakar...

Read More

Hegemoni Makna “Gender”

Posted by on Sep 19, 2014 in Headline, Pemikiran | Comments Off on Hegemoni Makna “Gender”

Di Barat telah terjadi perubahan makna “gender” dari makna aslinya. Semua maknanya difahami umum sebagai jenis kelamin: maskulin dan feminim. Makna itu dalam webster’s New World Dictionary, New York: 1984, berubah menjadi perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku. Di sini bedanya bukan kelamin lagi, tapi sudah menjadi tingkah laku. Dalam Encyclopedia of Women Studies, vol I, Helen Tierney mengartikan Gender bukan lagi perbedaan tingkah laku, tapi sudah menjadi suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (dinstinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang di masyarakat. Sepakat dengan Helen Hilary M Lips, di tahun 1993 menulis, Sex and Gender: An Introduction. Di situ, Helen mengartikan gender menjadi harapan-harapan budaya (cultural expectation) terhadap laki-laki dan perempuan. Di sini realitas laki-laki dan perempuan sebagai obyek sudah hampir...

Read More

Al-Quran Menghargai Kesalahan?

Posted by on May 8, 2014 in Artikel, Pemikiran | Comments Off on Al-Quran Menghargai Kesalahan?

MIUMIPUSAT.org – Postmodernisme dihidupkan oleh semangat pluralisme dan dihadapkan dengan fundamentalisme, kata Akbar S. Ahmed dan Ernest Gelner. Kini semua agama diprovokasi merespon semangat ini. Sekularisme telah “gagal”, kata Peter L. Berger dan gantinya adalah pluralisme. Buku al-Qur’an Kitab Toleransi ini adalah contoh riil respon itu, “Membangun toleransi di tengah gelombang intoleransi yang makin marak”. Kandungannya sarat dengan wacana pluralisme dan memusuhi fundamentalisme. Masih satu skenario dengan buku-buku yang ditulis Charles Kimbal, When Religion Become Evil, atau Cheryl Bernard, Civil Democratic Islam, Partner, Resource and Strategy dan sebagainya. Buku ini berangkat dari asumsi bahwa sejauh ini Islam dianggap intoleran. Pembacaan yang serius terhadap al-Qur’an dalam masalah ini tidak ada. Kitab-kitab klasik pun tidak dihadirkan secara menyeluruh untuk tujuan itu (h. xi). Asumsi-asumsi itu memberi banyak harapan kepada pembaca. Pertama, harapan akan ada kajian serius terhadap bangunan konsep al-Qur’an. Kedua, adanya bangunan konsep yang menggabungkan konsep toleransi, intoleransi dan bahkan absolutisme. Ketiga, kajian komprehensif terhadap kitab-kitab...

Read More

Khalifah dan Demokrasi

Posted by on Mar 29, 2014 in Berita, Headline, Internasional, Kepemimpinan, Pemikiran | 2 comments

Oleh: Adian Husaini* Sebenarnya, masalah demokrasi bisa dibicarakan dengan lebih ilmiah. Istilah “demokrasi” tidak tepat didikotomikan dengan istilah “khilafah”. Tetapi, lebih tepat, jika “demokrasi” versus “teokrasi”. Sistem khilafah beda dengan keduanya. Sebagian unsur dalam sistem khilafah ada unsur demokrasi (kekuasaan di tangan rakyat) dan sebagian lain ada unsur teokrasi (kedaulatan hukum di tangan Tuhan). Membenturkan demokrasi dengan khilafah, menurut saya, tidak tepat. Sistem demokrasi ada yang bisa dimanfaatkan untuk dakwah, Karena adanya kebebasan berpendapat. Maka, Hizbut Tahrir justru berkembang ke negara-negara yang menganut sistem demokrasi, seperti di Indonesia. Di AS, Inggris, dsb, HT lebih bebas bergerak dibanding dengan di Arab Saudi. Karena itu, demokrasi memang harus dinikmati, selama tidak bertentangan dengan Islam. Itulah yang dilakukan oleh berbagai gerakan Islam, dengan caranya masing2. ada yang masuk sistem politik, ada yang di luar sistem politik,tetapi masuk sistem pendidikan, dll.  Tapi, mereka tetap hidup dan menikmati...

Read More

Kasih Sayang Sejati Yang Ternodai

Posted by on Feb 13, 2014 in Aqidah, Artikel, Nasihat, Pemikiran, Pendidikan | Comments Off on Kasih Sayang Sejati Yang Ternodai

Kasih sayang adalah kebutuhan primer setiap manusia karena manusia  terlahir dari rongga tubuh bundanya yang bernama Rahim. Rahim secara bahasa bermakna  kasih sayang. Allah ta’ala menciptakan manusia  berdasarkan kasih dan sayang-Nya sehingga menisbatkan salah satu asma’-Nya yang Agung pada nama rongga dalam perut seorang ibu. Inilah kasih sayang sejati yang Allah anugerahkan kepada manusia. Sebuah kasih sayang suci tanpa noda hawa nafsu. Kasih sayang sejati merupakan bahasa dan ungkapan universal yang dapat dipahami oleh siapapun dengan bahasa apapun. Bahkan kasih sayang dapat dipahami oleh sesama manusia tanpa harus  menggunakan bahasa verbal. Begitu pula dalam hubungan antara manusia dengan hewan. Manusia dapat mengekspresikan dengan mudah kasih sayangnya pada hewan sehingga hewan dapat memahami sentuhan kasih sayang manusia tanpa perlu berkata-kata. Kasih sayang sejati bersifat positif dan bermoral. Namun sangat disayangkan, makna kasih sayang sejati kini telah ternodai oleh dominasi syahwat...

Read More