Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Hoax E-Number Lemak Babi: Kasus White Koffee, Es Krim Magnum, & Lays

Posted by on Feb 2, 2015 in Artikel, Nasihat | 0 comments

Assalaamu ‘alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh. Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT. Saat ini, masih juga ada berita menghebohkan di masyarakat yang menyebutkan bahwa beberapa produk makanan terkenal tertentu yang bersertifikat halal resmi MUI ternyata haram karena menggunakan bahan dari babi. Tulisan yang bertajuk: “Kode Babi pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)” ini beredar di internet, melalui: email, mailist, Facebook, Twitter, maupun SMS, WhatsApp, Telegram. Anehnya, si penulis artikel tidak mengidentifikasi kandungan babi tersebut menggunakan fasilitas uji laboratorium, seperti Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), atau Gas Chromatography – Mass Spectrum (GC-MS). Penulis menyebutkan bahwa kandungan babi sebuah bahan dapat diketahui dari keberadaan kode E tertentu pada label di kemasan. Ini yang menarik! Penulis ternyata ‘memastikan’ keberadaan bahan baku makanan dari babi bukan didasarkan pada analisis ilmiah, namun sekedar keberadaan sebuah huruf tertentu pada kemasan....

Read More

Krisis Muru’ah

Posted by on Dec 10, 2014 in Artikel, Kepemimpinan, Nasihat | 0 comments

Pengertian “muru’ah” dari segi bahasa adalah kehormatan dan harga diri. Al-Fayumi mendefinisikan muru’ah sebagai akhlak kejiwaan yang membawa seseorang untuk senantiasa berakhlak baik dan memiliki sikap menawan, sedangkan Al-Kafawi mendefinisikan muru’ah sebagai tabiat kemanusiaan, bahkan keperwiraan yang sempurna. Dari segi istilah, muru’ah bermakna salah satu akhlak islami yang dapat mengantarkan seseorang untuk memiliki jiwa yang bersih dan tidak terkungkung dan diperbudak oleh nafsu syahwatnya; manifestasi karakter seorang muslim yang memiliki cita-cita (himmah) tinggi dan selalu tidak suka pada sesuatu yang rendah dan hina. Muawiyah bin Abi Sufyan pernah bertanya pada Amr bin Al-Ash tentang muru’ah. Amr menjawab, Muru’ah adalah bertakwa kepada Allah dan menjaling silaturrahim. Muawiyah lalu bertanya pada Mughirah tentang muru’ah, ia menjawab, adalah menjaga diri dari sesuatu yang dilarang oleh Allah dan melakukan sesuatu yang dihalalkan oleh-Nya. Mughirah juga pernah bertanya hal yang sama pada Yazid, dan...

Read More

Doa Untuk Bangsa

Posted by on Oct 20, 2014 in Artikel, Nasihat | Comments Off on Doa Untuk Bangsa

(Persembahan untuk Bapak Haji Jokowi dan Haji Jusuf Kalla) Seorang Muslim adalah seorang yang telah mengikrarkan diri: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Persaksian itu bukan hal kecil. Ungkapan syahadah adalah sesuatu yang sangat berat. Banyak kaum musyrik Arab, kaum Yahudi, dan Kristen, di masa Nabi Muhammad saw dan manusia-manusia sesudahnya, menolak untuk “sekedar” bersyahadat. Mereka paham, ada konsekuensi besar yang akan ditanggung, jika mereka mengakui hanya Allah-lah tuhan mereka; Beratnya beban itu bukan sekedar beban sosiologis, karena lingkungan Muslim. Sebagian mereka mungkin paham, jika mereka berikrar, “Tidak ada Tuhan selain Allah!”  maka mereka harus meyakini dan menyatakan, bahwa Latta, Uzza, Hubal, Tuyul, genderuwo, jailangkung, wewe gombel, dan sejenisnya, adalah bukan Tuhan! Berat bagi banyak kaum Yahudi dan Nasrani untuk mengubah kepercayaan tradisional nenek moyang mereka, bahwa “YHWH” bukan Tuhan...

Read More

Ketua MIUMI: Membangun Peradaban Indonesia itu dengan Budaya Ilmu

Posted by on Oct 4, 2014 in Berita, Headline, Nasihat, Nasional, Pemikiran | Comments Off on Ketua MIUMI: Membangun Peradaban Indonesia itu dengan Budaya Ilmu

Pidato Ketua UMUM MIUMI Pusat, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi pada Silatnas Bangil 2014 Persoalan yang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini, khususnya umat Islam Indonesia sangat kompleks. Namun jika disederhanakan dapat dibagi menjadi dua yaitu persoalan eksternal yaitu persoalan yang ditimbulkan oleh faktor di luar umat Islam; dan persoalan internal yaitu persoalan yang disebabkan oleh umat Islam sendiri. Secara eksternal menghadapi persoalan yang muncul dari peradaban lain yang berupa arus globalisasi, westernisasi, liberalisasi, sekularisasi yang disertai oleh faham pluralism, humanism, hedonism, materialisme dan dampak-dampak yang diakibatkan oleh faham-faham tersebut. Secara internal umat Islam menghadapi masalah persatuan dan kesatuan, masalah kualitas sumber daya dan kaderisasi, manajemen lembaga-lembaga, kelemahan ekonomi, hubungan internasional dan sebagainya. Akar dari kedua tantangan tersebut tidak lain adalah kelemahan ilmu pengetahuan umat Islam. Jika disepakati bahwa akar dari kedua tantangan diatas adalah ilmu pengetahuan maka yang perlu...

Read More

Seruan MIUMI Terkait Pilpres 9 Juli 2014

Posted by on Jul 7, 2014 in Headline, Nasihat, Nasional | Comments Off on Seruan MIUMI Terkait Pilpres 9 Juli 2014

Bismillahirrahmanirrahim Dalam rangka menyambut pemilihan presiden (Pilpres) RI 2014-2019, yang akan berlangsung 9 Juli 2014, Pimpinan Pusat Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyampaikan ajakan dan imbauan kepada umat Islam Indonesia sebagai berikut: Agar menggunakan hak pilihnya, untuk memilih salah satu pasangan capres-cawapres dengan niat dan tujuan untuk amar ma’ruf nahi munkar serta sebagai bentuk keperdulian kita sebagai ummat Islam terhadap kepentingan ummat Islam yang lebih luas. Agar dalam memilih tetap menggunakan pertimbangan siyasah syar’iyyah yaitu memilih presiden yang: (1) muslim (2) cerdas (3) berkomitmen positif terhadap aspirasi umat Islam (4) memiliki jiwa dan kemampuan memimpin (5) jujur (6) berani (7) kuat (8) tidak serakah dunia (9) bersemangat membangun Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, mandiri dan bermartabat (10) tidak mudah tunduk kepada tekanan-tekanan asing yang merendahkan martabat bangsa. Agar sebelum menjatuhkan pilihan, menggali informasi seluas mungkin dari sumber-sumber...

Read More

Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Posted by on Jun 5, 2014 in Artikel, Headline, Nasihat | Comments Off on Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Oleh: Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA. Tak terasa kita memasuki bulan Sya’ban. Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu agung yaitu bulan Ramadhan. Setelah sekian lama berpisah, kini Ramadhan kembali akan hadir di tengah-tengah kita. Bagi seorang muslim, kedatangan Ramadhan tentu akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat, menuai pahala dan sarana menjadi orang yang muttaqin. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa. Namun, bagaimana cara kita menyambut Ramadhan sesuai dengan tuntunan syariat? Apa yang mesti kita persiapkan? Tulisan ini mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Menurut penulis, banyak amalan yang perlu dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri menyambut  kedatangan bulan Ramadhan, di antaranya yaitu: Pertama, berdoa kepada Allah, sebagaimana yang...

Read More