Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Krisis Muru’ah

Posted by on Dec 10, 2014 in Artikel, Kepemimpinan, Nasihat | 0 comments

Pengertian “muru’ah” dari segi bahasa adalah kehormatan dan harga diri. Al-Fayumi mendefinisikan muru’ah sebagai akhlak kejiwaan yang membawa seseorang untuk senantiasa berakhlak baik dan memiliki sikap menawan, sedangkan Al-Kafawi mendefinisikan muru’ah sebagai tabiat kemanusiaan, bahkan keperwiraan yang sempurna. Dari segi istilah, muru’ah bermakna salah satu akhlak islami yang dapat mengantarkan seseorang untuk memiliki jiwa yang bersih dan tidak terkungkung dan diperbudak oleh nafsu syahwatnya; manifestasi karakter seorang muslim yang memiliki cita-cita (himmah) tinggi dan selalu tidak suka pada sesuatu yang rendah dan hina. Muawiyah bin Abi Sufyan pernah bertanya pada Amr bin Al-Ash tentang muru’ah. Amr menjawab, Muru’ah adalah bertakwa kepada Allah dan menjaling silaturrahim. Muawiyah lalu bertanya pada Mughirah tentang muru’ah, ia menjawab, adalah menjaga diri dari sesuatu yang dilarang oleh Allah dan melakukan sesuatu yang dihalalkan oleh-Nya. Mughirah juga pernah bertanya hal yang sama pada Yazid, dan...

Read More

Jaringan Ulama Asia Tenggara

Posted by on Dec 10, 2014 in Artikel, Kepemimpinan | 0 comments

Kedudukan ilmu dalam agama Islam sangat istimewa, karena segenap sendi kehidupan umat manusia tidak akan bergerak tanpa ilmu. Bahkan Allah mengutus para nabi untuk mengajarkan ilmu kepada para kaumnya. Dan jika menarik tali sejarah jauh ke belakang, tepatnya ketika Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama, dan terjadi perdebatan sengit antara malaikat dan Allah yang telah menyampaikan pemberitahuan bahwa Dia akan menciptakan makhluk bernama manusia. Malaikat tidak setuju, karena dikhawatirkan jika makhluk yang kemudian disebut ‘manusia’ itu tercipta, hanya akan mengerjakan kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah. Namun Allah selaku pencipta manusia, malaikat, langit dan segenap isinya Maha Tahu, bahwa selain mendatangkan keburukan sebagaimana dikhawatirkan para malaikat, manusia juga adalah jenis makhluk yang akan membawa kemaslahatan, dengan syarat ia harus berilmu. Singkat kata, manusia pertama diciptakan, namanya Adam, langsung dibekali dengan ilmu, dan menjadi guru kepada para malaikat. Lalu,...

Read More

Fikih Pembangunan Ibnu Khaldun

Posted by on Dec 10, 2014 in Artikel, Kepemimpinan | 0 comments

Nama lengkapnya adalah Abdurrahman Ibnu Khaldun Al-Magribi Al-Hadrami Al-Maliki, yang lebih dikenal dengan Ibnu Khaldun. Lahir di Tunisia pada bulan Ramadhan 732H/133M. Berasal dari keluarga ilmuan dan terhormat yang berhasil menyatukan antara jabatan ilmiah dan pemerintahan, sehingga Ibnu Khaldun tumbuh menjadi pribadi yang haus ilmu pengetahuan dan cinta jabatan secara profesinal. Ibnu Khaldun memulai pendidikannya dengan membaca, menelaah, dan menghafal Al-Qur’an yang langsung dididik oleh sang ayah, Abu Abdullah Muhammad sebagai guru pertama yang sekaligus  menjabat sebagai menteri walau akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya dan beralih menekuni kesufian. Pada tahun 749H, terjadi wabah pes yang dahsyat dan mematikan, di antara korbannya adalah kedua orang tua Ibnu Khaldun, serta beberapa gurunya, dan karenanya, ia terpaksa putus sekolah lalu hijrah ke Magrib. Secara keseluruhan, Ibnu Khaldun memiliki empat periode dalam hidupnya, bermula ketika berada di Tunisia dan berakhir di Kairo Mesir,...

Read More

Ahok dan Identitas Agama

Posted by on Oct 15, 2014 in Artikel, Kepemimpinan | Comments Off on Ahok dan Identitas Agama

MENYUSUL pengumuman janji kemerdekaan bagi Indonesia dari Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso, 7 September 1944, maka pada 12-14 Oktober 1945, Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), yang merupakan perhimpunan organisasi-organisasi Islam utama di Indonesia, menggelar rapat, dengan keputusan: bahwa (1) kemerdekaan Indonesia berarti kemerdekaan kaum Muslimin Indonesia, (2) kemerdekaan Indonesia adalah satu syarat penting guna tercapainya kemerdekaan umat Islam Indonesia, untuk menjalankan syariat agamanya dengan semestinya. Berita rencana kemerdekaan Indonesia juga mendapat sambutan khusus dari Muhammad Amin al-Husaini, mantan mufti Masjid al-Aqsha, Jerusalem, yang ketika itu tinggal di Jerman. Amin al-Husaini mengirimkan surat kepada PM Jepang Koiso melalui Dubesnya di Jerman. Dikatakannya, bahwa sekalian kaum Muslimin di dunia sungguh-sungguh memperhatikan benar-benar nasib Indonesia yang mempunyai penduduk kaum Muslimin lebih dari 60 juta itu. Surat Amin al-Husaini itu dijawab oleh Syekh Hasyim Asy’ari, pemimpin tertinggi Masyumi, dengan surat sebagai berikut: “Atas...

Read More

Ulama Berkumpul Bahas Capres yang Akan Didukung Umat Islam

Posted by on Apr 15, 2014 in Headline, Kepemimpinan, Nasional, Sikap | Comments Off on Ulama Berkumpul Bahas Capres yang Akan Didukung Umat Islam

SENIN malam kemarin (14/4/2014) beberapa tokoh, ulama dan ormas Islam berkumpul untuk menyatukan visi politik dalam menghadapi pilpres 2014 mendatang. Para tokoh dan ormas Islam tersebut berusaha menggagas adanya satu calon presiden dan wakilnya yang akan dipilih pada pilpres nanti. Acara yang bertema “Musyawarah Kepemimpinan Nasional Umat 2014″ ini digelar di AQL Islamic Center Jakarta dan dihadiri beberapa ulama seperti KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, ketua MUI KH Cholil Ridwan, ustadz Syuhada Bachri dari DDII dan ulama-ulama muda yang tergabung dalam MIUMI. Ulama Betawi putra pendiri perguruan Asy-Syafiiyah, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i dalam pernyataannya mengatakan bahwa dirinya dan semua yang hadir di acara tersebut merasa terpanggil untuk membahas capres dan cawapres mendatang demi untuk kepentingan umat Islam Indonesia. “Kita semua khawatir, apa jadinya negeri ini jika jatuh dipimpin oleh orang yang salah,” ujar kyai Rasyid dengan nada getir....

Read More

Khalifah dan Demokrasi

Posted by on Mar 29, 2014 in Berita, Headline, Internasional, Kepemimpinan, Pemikiran | 2 comments

Oleh: Adian Husaini* Sebenarnya, masalah demokrasi bisa dibicarakan dengan lebih ilmiah. Istilah “demokrasi” tidak tepat didikotomikan dengan istilah “khilafah”. Tetapi, lebih tepat, jika “demokrasi” versus “teokrasi”. Sistem khilafah beda dengan keduanya. Sebagian unsur dalam sistem khilafah ada unsur demokrasi (kekuasaan di tangan rakyat) dan sebagian lain ada unsur teokrasi (kedaulatan hukum di tangan Tuhan). Membenturkan demokrasi dengan khilafah, menurut saya, tidak tepat. Sistem demokrasi ada yang bisa dimanfaatkan untuk dakwah, Karena adanya kebebasan berpendapat. Maka, Hizbut Tahrir justru berkembang ke negara-negara yang menganut sistem demokrasi, seperti di Indonesia. Di AS, Inggris, dsb, HT lebih bebas bergerak dibanding dengan di Arab Saudi. Karena itu, demokrasi memang harus dinikmati, selama tidak bertentangan dengan Islam. Itulah yang dilakukan oleh berbagai gerakan Islam, dengan caranya masing2. ada yang masuk sistem politik, ada yang di luar sistem politik,tetapi masuk sistem pendidikan, dll.  Tapi, mereka tetap hidup dan menikmati...

Read More