Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Nikah Beda Agama

Posted by on Oct 20, 2014 in Aqidah, Artikel | Comments Off on Nikah Beda Agama

Bulan Haji yang terdiri dari Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah adalah waktu-waktu fovorit bagi masyarakat Bugis dan Melayu untuk melangsungkan pernikahan. Entah siapa yang mulai mewariskan kebiasaan ini, padahal sejatinya semua bulan dan hari adalah baik di sisi Allah, kecuali Bulan Ramadhan dan hari Jumat yang diistemewakan Allah. Karena itu, waktu-waktu afdal untuk menikah tidak pernah memiliki dalil yang sah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Masih tentang nikah. Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan prilaku lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, mereka mengajukan uji materi (judical review) ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI pada 4 Juli 2014 terkait Undang-Undang  Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang menempatkan aturan agama pada pasal dua ayat satu yang isinya: Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu. Subtansi dari gugatan kelima mahasiswa itu adalah, untuk melagalisasi pernikahan lintas agama...

Read More

Kasih Sayang Sejati Yang Ternodai

Posted by on Feb 13, 2014 in Aqidah, Artikel, Nasihat, Pemikiran, Pendidikan | Comments Off on Kasih Sayang Sejati Yang Ternodai

Kasih sayang adalah kebutuhan primer setiap manusia karena manusia  terlahir dari rongga tubuh bundanya yang bernama Rahim. Rahim secara bahasa bermakna  kasih sayang. Allah ta’ala menciptakan manusia  berdasarkan kasih dan sayang-Nya sehingga menisbatkan salah satu asma’-Nya yang Agung pada nama rongga dalam perut seorang ibu. Inilah kasih sayang sejati yang Allah anugerahkan kepada manusia. Sebuah kasih sayang suci tanpa noda hawa nafsu. Kasih sayang sejati merupakan bahasa dan ungkapan universal yang dapat dipahami oleh siapapun dengan bahasa apapun. Bahkan kasih sayang dapat dipahami oleh sesama manusia tanpa harus  menggunakan bahasa verbal. Begitu pula dalam hubungan antara manusia dengan hewan. Manusia dapat mengekspresikan dengan mudah kasih sayangnya pada hewan sehingga hewan dapat memahami sentuhan kasih sayang manusia tanpa perlu berkata-kata. Kasih sayang sejati bersifat positif dan bermoral. Namun sangat disayangkan, makna kasih sayang sejati kini telah ternodai oleh dominasi syahwat...

Read More

Kultus Husain radhiyallahu ‘anhuma dan Asal-Usul Ritual Karbala

Posted by on Nov 14, 2013 in Aqidah, Artikel, Edukasi, Headline, Pemikiran | Comments Off on Kultus Husain radhiyallahu ‘anhuma dan Asal-Usul Ritual Karbala

Sayyidina Husein radhiyallahu ‘anhuma, adalah cucu kinasih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shallallahu ‘alaihi wa sallam Tabrani). Beliau sangat senang apabila melihat cucunya itu tertawa, dan sering terlihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk bahkan bermain bersamanya. Di kalangan para Sahabat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ahlul bait (keluarga Rasulullah), sayyidina Husein sangat dihormati. Ia dikenal berbudi luhur, sangat sopan, alim, dermawan dan gagah berani. Khalifah Mu’awiyah ra, menaruh hormat padanya. Hussein sering diundang ke istana Mu’awiyah untuk diberi hadiah dengan jumlah yang banyak. Bahkan, sebagai bentuk khidmah kepada keluarga Rasulullah, Mu’awiyah memberi gaji kepada sayyidina Husein sebagai haknya dari Baitul Mal. Peristiwa pembunuhan yang dialaminya di Karbala tentu saja membuat semua kalangan bersedih dan mengutuk para pembantainya. Umat Islam pastinya bersedih atas kesyahidan Husein di Karbala. Namun, umat Islam tidaklah tepat mengenang dengan tradisi ‘aneh-aneh’ dengan memukuli...

Read More

Islamisasi Nusantara; Syiah tidak Berperan

Posted by on Sep 23, 2013 in Aqidah, Artikel, Syiah | Comments Off on Islamisasi Nusantara; Syiah tidak Berperan

Sejarah merupakan salah satu disiplin ilmu yang unik lagi menarik untuk terus digali, dipahami, dan disiarkan pada khalayak ramai. Tak terkecuali sejarah masuknya Islam di kepulauan Nusantara yang  di dalamnya termasuk negara Indonesia. Oleh karena itulah para peneliti seakan berkompetisi untuk mengkaji sejarah islamisasi Nusantara dari masa ke masa yang tak jarang melahirkan polemik yang tidak berkesudahan disebabkan perbedaan pendapat mengenai siapa, kapan, bagaimana, serta apa saja faktor-faktor pendoronga terjadinya islamisasi secara massal. Dari perbedaan pendapat itulah melahirkan –dalam istilah Azyumardi Azra—sebagai ‘teori’. Sejarah sebagai catatan, laporan, prasasti, berita, khabar atau hadits adalah medan tempur kepentingan-kepentingan, ideologi-ideologi, worldview-worldview, dan misi para penulisnya. Dan pastinya, tidak semua penulis sejarah itu jujur dan teguh berpegang pada kebenaran. Sebagian mungkin tidak mengerti atau tidak mau tahu dan sengaja mengabaikannya, sebagian lainnya bahkan ‘menggunting’ kebenaran tersebut dan menyulamnya dengan kebatilan sehingga kaburlah pandangan...

Read More

Bahaya Relativisme Terhadap Keimanan

Posted by on Sep 13, 2013 in Aqidah, Artikel, Headline, Pemikiran | Comments Off on Bahaya Relativisme Terhadap Keimanan

1. Mukaddimah Makna Relativisme seperti yang tertera dalam ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. (the doctrine that knowledge, truth, and morality exist in relation to culture, society, or historical context, and are not absolute). Lebih lanjut ensiklopedi ini menjelaskan bahwa dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah; baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial. Pandangan ini telah lama ada sejak Protagoras, tokoh Sophis Yunani terkemuka abad 5 SM, dan di jaman modern ini digunakan sebagai pendekatan ilmiah dalam kajian sosiologi dan antropologi. (what is right or wrong and good or bad is not absolute but variable and relative, depending on the person, circumstances, or social situation....

Read More

Tauhid Asma wa Shifat

Posted by on Sep 7, 2013 in Aqidah | Comments Off on Tauhid Asma wa Shifat

Untuk memudahkan memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah, para ulama meletakkan beberapa kaidah. Di antara kaidah tersebut: Nama dan Sifat Allah adalah sesuatu yang tauqifi (tidak ditetapkan kecuali berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah). Tidak ada ruang bagi akal dalam perkara ini. Seseorang wajib berhenti pada nash al-Quran dan as-Sunnah, tidak menambah-nambah atau menguranginya. Karena akal tidak mengetahui nama-nama dan sifat-sifat yang pantas bagi Allah. Allah ta’ala berfirman وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا  yang artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. al-Israa: 36) Sebagian ulama menegaskan bahwa ada tiga cara yang bisa membuat seseorang dapat mengetahui sifat-sifat sesuatu: melihatnya secara langsung, melihat yang serupa dengannya, mengetahuinya dari orang yang mengerti tentangnya. Sementara pengetahuan kita tentang Allah, nama-nama...

Read More