Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Demokrasi ala Amerika di Mata Syeikh Nashir Al-‘Umar

Posted by on Mar 13, 2014 in Berita, Headline, Internasional | 1 comment

Negara-negara Barat yang mengaku paling menjunjung tinggi kebebasan (demokratis) sekarang mencampuri urusan khusus internal kita, Jika Amerika benar-benar jujur dengan dirinya dalam hal kebebasan, mestinya mereka membiarkan kita dengan kebebasan (prinsip) kita.. Seorang wartawan Amerika datang & bertanya pada saya: “Bagaimana tentang masuknya kaum wanita ke parlemen, dan bagaimana tentang wanita menyetir mobil (yg tidak diperkenankan di Saudi)..???” Maka saya jawab: “Pertama, apakah kaum wanita kami mengadu kepada anda? Sehingga anda mencampuri urusan kami? Mengapa anda (lancang) mencampuri urusan kami? Itu pertanyaan pertama”. “Kedua, saya Tanya pada anda, bukankan presiden Amerika waktu masih muda menyetir mobil sendiri?” Dia jawab: “Ya betul”. “Lalu ketika menjadi gubernur negara bagian juga kadang masih nyetir mobil?” Dia jawab: “ya”. “Tetapi setelah menjadi presiden Amerika apakah sang presiden nyetir mobil sendiri?” Dia jawab: “Tidak”. Saya Tanya: “Mengapa?” | dia jawab: “Sebagai bentuk penghormatan dan penjagaan...

Read More

Kaum Sofis dan Diskursus Kebenaran

Posted by on Oct 26, 2013 in Artikel, Pemikiran | Comments Off on Kaum Sofis dan Diskursus Kebenaran

RAMADHAN lalu, Kelas Pemikiran Gus Dur ke-XI menyajikan materi tentang pembelajaran atas pemikiran  Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang Islam dan pluralisme. Kelas yang diadakan di aula The Wahid Institute pada Rabu, 10 Juli 2013, diisi Muhammad Subhi Azhari tentang pluralism agama dan menyinggung soal kebenaran multak dan kebenaran relative. “Bagi Gus Dur, di dalam agama, terdapat kebenaran yang relatif dan mutlak. Tauhid merupakan kebenaran mutlak. Tetapi negara Islam misalnya, adalah kebenaran relatif. Di dalam kebenaran relatif ini, umat Islam harus mendamaikan kebenarannya dengan kebenaran agama lain. Atau lebih radikal dari itu, sebab agama-agama merupakan jalan yang berbeda tetapi memuara pada kebenaran mutlak, yakni Tuhan itu sendiri. Di sini relatif bermakna, bahwa kebenaran itu hanya kontekstual untuk umat Islam itu sendiri. Semua agama memiliki kebenaran relatif ini. Maka, berdasarkan relativitas kebenaran tersebut, semua umat beragama wajib menghargai masing kebenaran di...

Read More

Islamisasi Nusantara; Syiah tidak Berperan

Posted by on Sep 23, 2013 in Aqidah, Artikel, Syiah | Comments Off on Islamisasi Nusantara; Syiah tidak Berperan

Sejarah merupakan salah satu disiplin ilmu yang unik lagi menarik untuk terus digali, dipahami, dan disiarkan pada khalayak ramai. Tak terkecuali sejarah masuknya Islam di kepulauan Nusantara yang  di dalamnya termasuk negara Indonesia. Oleh karena itulah para peneliti seakan berkompetisi untuk mengkaji sejarah islamisasi Nusantara dari masa ke masa yang tak jarang melahirkan polemik yang tidak berkesudahan disebabkan perbedaan pendapat mengenai siapa, kapan, bagaimana, serta apa saja faktor-faktor pendoronga terjadinya islamisasi secara massal. Dari perbedaan pendapat itulah melahirkan –dalam istilah Azyumardi Azra—sebagai ‘teori’. Sejarah sebagai catatan, laporan, prasasti, berita, khabar atau hadits adalah medan tempur kepentingan-kepentingan, ideologi-ideologi, worldview-worldview, dan misi para penulisnya. Dan pastinya, tidak semua penulis sejarah itu jujur dan teguh berpegang pada kebenaran. Sebagian mungkin tidak mengerti atau tidak mau tahu dan sengaja mengabaikannya, sebagian lainnya bahkan ‘menggunting’ kebenaran tersebut dan menyulamnya dengan kebatilan sehingga kaburlah pandangan...

Read More

Bahaya Relativisme Terhadap Keimanan

Posted by on Sep 13, 2013 in Aqidah, Artikel, Headline, Pemikiran | Comments Off on Bahaya Relativisme Terhadap Keimanan

1. Mukaddimah Makna Relativisme seperti yang tertera dalam ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. (the doctrine that knowledge, truth, and morality exist in relation to culture, society, or historical context, and are not absolute). Lebih lanjut ensiklopedi ini menjelaskan bahwa dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah; baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial. Pandangan ini telah lama ada sejak Protagoras, tokoh Sophis Yunani terkemuka abad 5 SM, dan di jaman modern ini digunakan sebagai pendekatan ilmiah dalam kajian sosiologi dan antropologi. (what is right or wrong and good or bad is not absolute but variable and relative, depending on the person, circumstances, or social situation....

Read More

Seminar: Islam Sebagai Rahmatan Lil ‘alaamin

Posted by on Sep 10, 2013 in Berita, Headline, Nasional | Comments Off on Seminar: Islam Sebagai Rahmatan Lil ‘alaamin

MIUMI – Islam yang merupakan agama “Rahmatan lil Alamin” seakan terkikis dengan berbagai macam citra buruk yang dilekatkan oleh pihak-pihak yang memang dituliskan Allah tertutup hatinya dengan fitnah-fitnah yang keji terhadap ajaran Islam. Peristiwa 11 September 2001 seakan menambah keterpurukannya dengan pelekatan terorisme dalam setiap gerakan islam. Indonesia yang notabenya adalah Negara dengan penduduk islam terbanyak ikut-ikutan latah dengan isu terorisme ini dan menjadikan penghalalan segala cara untuk membasminya. Sebagai penggenggam amanah dakwah, kita tentu tahu bahwa tanpa kita atau dengan kita ISLAM akan tetap bangkit dan jaya di masa mendatang karena itu adalah janji Allah. Janji Allah SWT akan terwujud namun sunnatullahnya tetap harus kita perjuangkan sebagai hambaNya, yakni persatuan diantara umat muslim sendiri. Sudah saat nya kita tidak mengkotak-kotakkan diri dalam sebuah aliran (kecuali SYIAH yang memang BUKAN ISLAM). Sudah saatnya kita bersama menjadi seorang MUSLIM sejati tanpa...

Read More