Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Silatnas MIUMI Garut: Meningkatkan Peran Ideal Ulama

Posted by on Feb 12, 2015 in Nasional | 0 comments

Garut – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) kembali melaksanakan hajatan nasional. Acara bertajuk Silaturahim Nasional (Silatnas) dan Pelantikan MIUMI Wilayah Jawa Barat dan 18 pengurus daerah-daerah di Jawa Barat ini digelar di Hotel Sumber Alam, Cipanas, Garut, Jawa Barat, pada Selasa dan Rabu, 13-14 Januari 2015. Silatnas dibuka pada Selasa 13/01/2015 jam 20.00. KH. Aceng Zakaria, sesepuh kota Garut memberi sambutan pertama. Dalam sambutan singkatnya, ia menerangkan tentang karakter ulama. Pimpinan Pondok Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango, serta Pengurus dan Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut ini mengapresiasi keberadaan MIUMI. Menurutnya, ia merasa senang dan berbesar hati, karena masih banyak orang yang akan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Pria yang lahir di Sukarasa, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, 66 tahun silam itu lalu menjelaskan hakikat dan prinsip ulama. “Penulisan kata ‘al Ulama’ dalam al Qur’an, di atas...

Read More

MIUMI Harus Bantu Pemerintah Atasi Masalah Sosial

Posted by on Feb 10, 2015 in Nasional | 0 comments

Tarakan – Kehadiran Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di sejumlah daerah, khususnya di Kalimantan Utara (Kaltara), diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai masalah sosial. Demikian pernyataan Gubernur Kaltara Dr. Irianto Lambri dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan pengurus MIUMI Wilayah Kaltara (07/02). Hadir pula pada acara yang digelar di Masjid Al Ma’arif itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltara KH. Zaenuddin Dalilla, serta Ketua Harian MIUMI Pusat Adnin Armas  MA dan Sekjen MIUMI Ust. Bachtiar Nasir, Lc, MM. Menurut Irianto, Indonesia dewasa ini sedang mengalami krisis ulama yang dapat dijadikan tempat untuk berkonsultasi bagi pemimpin daerah dalam melahirkan kebijakan publik. “Karenanya kehadiran MIUMI saya sambut baik, agar mampu melakukan percepatan dalam melahirkan ulama muda yang mumpuni dalam ilmu agamanya, sekaligus berwawasan sosial yang tinggi,” ungkapnya. Senada dengan Gubenur Kaltara, Ketua MUI Kaltara mengibaratkan kehadiran MIUMI di...

Read More

Hoax E-Number Lemak Babi: Kasus White Koffee, Es Krim Magnum, & Lays

Posted by on Feb 2, 2015 in Artikel, Nasihat | 0 comments

Assalaamu ‘alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh. Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT. Saat ini, masih juga ada berita menghebohkan di masyarakat yang menyebutkan bahwa beberapa produk makanan terkenal tertentu yang bersertifikat halal resmi MUI ternyata haram karena menggunakan bahan dari babi. Tulisan yang bertajuk: “Kode Babi pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)” ini beredar di internet, melalui: email, mailist, Facebook, Twitter, maupun SMS, WhatsApp, Telegram. Anehnya, si penulis artikel tidak mengidentifikasi kandungan babi tersebut menggunakan fasilitas uji laboratorium, seperti Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), atau Gas Chromatography – Mass Spectrum (GC-MS). Penulis menyebutkan bahwa kandungan babi sebuah bahan dapat diketahui dari keberadaan kode E tertentu pada label di kemasan. Ini yang menarik! Penulis ternyata ‘memastikan’ keberadaan bahan baku makanan dari babi bukan didasarkan pada analisis ilmiah, namun sekedar keberadaan sebuah huruf tertentu pada kemasan....

Read More

Kecerdasan Imam Abu Hanifah

Posted by on Dec 10, 2014 in Artikel, Profil Tokoh, Syiah | 0 comments

Dalam sebuah majelis ilmu yang diisi oleh Imam Abu Hanifah, salah seorang laki-laki berdiri lantas bertanya, Wahai Abu Hanifah, bagaimana pendapatmu mengenai seorang laki-laki yang berkata seperti ini, Aku tidak mengharap surga dan tidak takut neraka; Aku suka memakan bangkai dan darah; Aku benci terhadap sesuatu yang hak (benar); Aku lari dari rahmat Allah; Aku juga meminum khamar; Aku bersaksi terhadap sesuatu yang tidak kulihat; Aku mencintai fitnah; Aku salat tanpa wudhu’; Aku tidak mandi setelah mengalami junub; dan aku suka membunuh manusia! Sebelum menjawab pertanyaan yang rumit (complicated question) di atas, Abu Hanifah melihat pada hadirin lalu berkata, “Jika menurut kalian, bagaimana?” Para hadirin menjawab, “Orang itu jelas kafir!”. Mendengar jawaban mereka, Abu Hanifah tersenyum sejenak, lalu berkata, Itu adalah tanda orang mukmin. Mendengar jawaban Sang Imam, para hadirin keheranan dan berkata, Kenapa bisa begitu? Abu Hanifah menjawab,...

Read More

KH. Jamaluddin Amien, Ulama Pejuang Syariat

Posted by on Dec 10, 2014 in Artikel, Profil Tokoh, Syiah | 0 comments

KH. Jamaluddin Amin, pertama kali saya mengenal dan berinteraksi langsung ketika ikut dalam diklat dai yang diadakan Asia Moslem Charity Foundation (AMCF). Dikoordinir oleh Ma’had Ali Al-Birr di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Makassar. Saat itu, Pak Kiyai, demikian sapaan akrabnya, membawakan tausiyah pelepasan para peserta diklat yang telah dibina, diajar, dan digembleng selama tiga bulan penuh, dari  November 2009 hingga Januari 2010. Dalam tausiyahnya, ia menekankan kepada para dai agar senantiasa berjuang mengajarkan dan menegakkan agama Allah kapan pun dan di mana pun berada, dan lebih khusus mereka yang akan dikirim ke pedalaman agar bersabar menghadapi berbagai rintangan dan cobaan, karena itu semua sunnatullah. Bahkan, ia juga menceritakan pengalamannya, terutama saat-saat Orde Baru yang saat itu perjuangan dakwah jauh lebih berat dibandingkan zaman Reformasi. Pak Kiyai selanjutnya memberikan sugesti kepada para calon dai yang segera bertugas ke daerah, dengan...

Read More