Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

Tanggapan MIUMI Aceh Mengenai Pemberitaan Media anti Syariat

Posted by on May 31, 2014 in Artikel, Berita, Nasihat, Nasional | Comments Off on Tanggapan MIUMI Aceh Mengenai Pemberitaan Media anti Syariat

Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang janda yang terjadi baru-baru ini di Langsa, Provinsi Aceh, menarik perhatian sejumlah media nasional maupun internasional. Sejumlah media nasional dan asing menyorot perkara ini. Umumnya, media nasional dan asing tersebut mempertanyakan mengapa korban pemerkosaan justru dicambuk? Sebenarnya, peliputan kasus Langsa yang yang menjadi sorotan media adalah dua kasus berbeda (antara kasus perzinaan dan pemerkosaan) di mana penangangannya juga berbeda, sebagaimana yang disampaikan oleh kadis Syariat Langsa. Sayangnya, media-media tersebut dinilai menghakimi kasus yang sebenarnya masih dalam taraf  tuduhan dan masih dalam masa proses ini seolah menyalahkan hukum Islam. Oleh karena itu, untuk menanggapi gencarnya pemberitaan negatif dari media-media yang anti syariat Islam baik dari media nasional maupun asing terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh, maka Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh memberi tanggapan sebagai berikut: Pertama, menyesali dan menyanyangkan pemberitaan media tersebut...

Read More

Al-Quran Menghargai Kesalahan?

Posted by on May 8, 2014 in Artikel, Pemikiran | Comments Off on Al-Quran Menghargai Kesalahan?

MIUMIPUSAT.org – Postmodernisme dihidupkan oleh semangat pluralisme dan dihadapkan dengan fundamentalisme, kata Akbar S. Ahmed dan Ernest Gelner. Kini semua agama diprovokasi merespon semangat ini. Sekularisme telah “gagal”, kata Peter L. Berger dan gantinya adalah pluralisme. Buku al-Qur’an Kitab Toleransi ini adalah contoh riil respon itu, “Membangun toleransi di tengah gelombang intoleransi yang makin marak”. Kandungannya sarat dengan wacana pluralisme dan memusuhi fundamentalisme. Masih satu skenario dengan buku-buku yang ditulis Charles Kimbal, When Religion Become Evil, atau Cheryl Bernard, Civil Democratic Islam, Partner, Resource and Strategy dan sebagainya. Buku ini berangkat dari asumsi bahwa sejauh ini Islam dianggap intoleran. Pembacaan yang serius terhadap al-Qur’an dalam masalah ini tidak ada. Kitab-kitab klasik pun tidak dihadirkan secara menyeluruh untuk tujuan itu (h. xi). Asumsi-asumsi itu memberi banyak harapan kepada pembaca. Pertama, harapan akan ada kajian serius terhadap bangunan konsep al-Qur’an. Kedua, adanya bangunan konsep yang menggabungkan konsep toleransi, intoleransi dan bahkan absolutisme. Ketiga, kajian komprehensif terhadap kitab-kitab...

Read More