Pages Navigation Menu

Untuk Indonesia yang Lebih Beradab

MIUMI Bekasi Dilantik dan Gelar Dialog Interaktif

Posted by on Nov 24, 2013 in Artikel, Berita, Headline | Comments Off on MIUMI Bekasi Dilantik dan Gelar Dialog Interaktif

Bekasi. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) wilayah Bekasi mengadakan pelantikan pengurus periode 1435-1437 (2013-2015) pada Ahad 20 Muharram 1435 H/24 Nopember 2013 di Aula RS. Annisa Cikarang, Bekasi. Hadir pada acara ini para ulama, da’i, tokoh masyarakat, tokoh ormas Islam, pimpinan pesantren dan yayasan Islam, akademisi, dan lainnya. Turut hadir yang mewakili Komandan Daerah Militer 0509 Kabupaten Bekasi. Acara pelantikan yang dirangkai dengan dialog interaktif itu dimulai pukul 09.00 wib sampai 12.00 wib. Diawali dengan pemutaran visi MIUMI, pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum MIUMI Pusat, Dr. Adian Husaini, MA. ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus, penandatanganan berita acara pelantikan, dan penyerahan plakat MIUMI. Ketua MIUMI Bekasi, Ust. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MM., dalam sambutannya mengatakan bahwa momen ini adalah momen yang digunakan untuk silaturrahim yang terus akan dilakukan dalam upaya memperbaiki struktur masyarakat menuju...

Read More

Kultus Husain radhiyallahu ‘anhuma dan Asal-Usul Ritual Karbala

Posted by on Nov 14, 2013 in Aqidah, Artikel, Edukasi, Headline, Pemikiran | Comments Off on Kultus Husain radhiyallahu ‘anhuma dan Asal-Usul Ritual Karbala

Sayyidina Husein radhiyallahu ‘anhuma, adalah cucu kinasih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shallallahu ‘alaihi wa sallam Tabrani). Beliau sangat senang apabila melihat cucunya itu tertawa, dan sering terlihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk bahkan bermain bersamanya. Di kalangan para Sahabat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ahlul bait (keluarga Rasulullah), sayyidina Husein sangat dihormati. Ia dikenal berbudi luhur, sangat sopan, alim, dermawan dan gagah berani. Khalifah Mu’awiyah ra, menaruh hormat padanya. Hussein sering diundang ke istana Mu’awiyah untuk diberi hadiah dengan jumlah yang banyak. Bahkan, sebagai bentuk khidmah kepada keluarga Rasulullah, Mu’awiyah memberi gaji kepada sayyidina Husein sebagai haknya dari Baitul Mal. Peristiwa pembunuhan yang dialaminya di Karbala tentu saja membuat semua kalangan bersedih dan mengutuk para pembantainya. Umat Islam pastinya bersedih atas kesyahidan Husein di Karbala. Namun, umat Islam tidaklah tepat mengenang dengan tradisi ‘aneh-aneh’ dengan memukuli...

Read More

“Adakah Karakter Pancasila?” (2)

Posted by on Nov 7, 2013 in Artikel, Pemikiran, Pendidikan | 1 comment

Konsep Tauhid Seharusnya, bangsa Indonesia mau belajar dari kegagalan Orde Baru dalam upaya penempatan Pancasila sebagai pedoman amal. Upaya pemerintah Orde Baru untuk menempatkan Pancasila menjadi landasan moral dilakukan melalui sosialisasi dan indoktrinasi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Tahun 1978, Partai Persatuan Pembangunan menolak pengesahan Tap MPR tentang P4. Tokoh Masyumi Sjafroedin Prawiranegara juga berkirim surat kepada Presiden Soeharto tanggal 7 Juli 1983, yang menyatakan, bahwa tidak ada yang namanya moralitas Pancasila, karena urusan moral sudah ada dalam agama masing-masing. Sjafroedin menekankan, bahwa Pancasila adalah asas negara dan landasan konstitusi. Prof. HM Rasjidi juga berpendapat, P4 membahayakan keberadaan Islam. Misalnya, ajaran tentang kerukunan beragama telah dipergunakan untuk membelenggu umat Islam supaya tidak menentang pemurtadan umat Islam  oleh aliran kebatinan dan kristenisasi. Ada juga tokoh yang menulis bahwa P4 memberikan perlindungan terhadap aliran kepercayaan...

Read More

“Adakah Karakter Pancasila?” (1)

Posted by on Nov 5, 2013 in Artikel, Headline, Pemikiran, Pendidikan | Comments Off on “Adakah Karakter Pancasila?” (1)

PADA tanggal 24 Oktober 2013 lalu, saya bersyukur mendapatkan kesempatan berbicara dalam satu seminar tentang peradaban Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seminar itu diadakan sebagai satu rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-55 UMS. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Malik Fadjar, mantan rektor UMS yang dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Pembicara lain adalah Dr. Gina Puspita, pakar aeoronotika, dosen Fakultas Teknik UMS,  yang juga pendiri “Klub Istri Taat Suami”, serta Prof Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, pakar manajemen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tema yang diberikan kepada saya adalah “Pendidikan Islam Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab” — sama dengan judul salah satu buku yang saya tulis. Memang, diakui oleh banyak pakar pendidikan, bahwa salah satu kelemahan dari pendidikan kita selama ini adalah kurangnya penekanan pada pembentukan karakter unggulan anak didik. Prestasi belajar hanya diukur pada aspek kognitif....

Read More

Makna Bahasa

Posted by on Nov 5, 2013 in Artikel, Umum | Comments Off on Makna Bahasa

Salah  satu bukti adanya suatu pikiran seseorang adalah dari tutur katanya. Tutur kata menggunakan bahasa yang setiap katanya mengandung makna atau makna-makna. Setiap makna mengandung konsep dan konsep-konsep itu terajut dalam sebuah jaringan yang membentuk worldview. Ketika bangsa Melayu tidak memiliki istilah, ‘aql, qalb, nafs, fahm, ‘ilm, yaqin, jahl, sabab, musabbab, ‘aqibah, ruh, sadr dan sebagainya mereka pinjam dari bahasa Islam (Arab). Dari bahasa Islam itu digunakanlah istilah akal, kalbu, nafas, faham, ilmu, yakin, jahil, sebab, musabab, akibat, roh, sadar dan sebagainya. Generasi bangsa Melayu abad ke dua puluh tidak lagi sadar mereka telah menggunakan kendaraan bahasa Islam ketika mengungkapkan pikiran mereka. Sila-sila dalam PancaSila menggunakan istilah adil, keadilan, beradab, rakyat, hikmat, per musyawaratan, perwakilan. Lembaga tertinggi Negara Indonesia menggunakan istilah Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyaratan Rakyat, seluruhnya menggunakan bahasa Arab. Pertanyaan yang logis: apakah bangsa ini tidak...

Read More