Rakhine – Meski pembunuhan terhadap muslim di Myanmar terus berlanjut, Presiden Thein Sein tetap bungkam. Kepala Negara tersebut tidak berhasil mengatasi konflik agama yang sudah menewaskan puluhan ribu umat Islam.

Pembantaian terbaru adalah yang terjadi di Thandwe, wilayah Rakhine, Myanmar. BBC memberitakan, sebanyak lima warga Muslim tewas di tangan warga Buddha, Selasa (2/10/2013). Salah seorang korban adala peremuan tak berdaya berusia 94 tahun. Menariknya, pembantaian tersebut terjadi ketika Presiden Thein Sein mengunjungi Rakhine.

Sejak 2012, Muslim di Myanmaar hidup dalam ketakutan karena warga Budha terus berkampanye untuk mengganyang Muslim. Puluhan ribu muslim tewas sejak merebaknya penganiayaan yang dilakukan secara terbuka.

Kunjungan Presiden ke Rakhine ditujukan untuk meredam ketegangan. Namun, Presiden dan aparat keamanan tidak bertaji dan diabaikan warga. Saat Presiden datang ke Rakhine, sebanyak 700 warga Buddha yang dipersenjatai senjata tajam menyerang sebuah desa dan membakar rumah-rumah.

Akibatnya, banyak warga yang mengungsi. “Banyak dari mereka, termasuk perempuan dan anak-anak bersembunyi dan takut untuk keluar,” ujar Myo Min, seorang warga Muslim, seperti dikutip AFP.

myanmar

Presiden Thein Sein dikritik oleh dunia karena tidak banyak berbuat untuk menghentikan pembantaian itu. “Presiden adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini. Hingga sekarang, ketika sudah banyak Muslim dibantai dan harta mereka dihancurkan, dia (Presiden Thein Sein) masih saja diam,” ujar seorang warga Thandwe, Rakhine kepada Associated Press. (*)
A top 10 list that was kept with the intent of finding those moments how to write reflective essay and those people and those things that bring about happiness that make me want to give thanks.

Print Friendly, PDF & Email