Hebron –  Dalam beberapa hari terakhir, Al Jazeera menurunkan tulisan (baik berita ataupun analisa) yang menggaungkan kembali intifadhah ketiga bagi rakyat Palestina. Kantor berita ini memprediksi bakal lahir sebuah perlawanan baru rakyat Palestina. Ada apa?

Analisa yang diajukan Al Jazeera setidaknya fokus pada tiga penyebab lahirnya intifadhah ketiga yakni buruknya perekonomian Palestina, proses perdamaian yang mengalami kebuntuan dan arogansi penjajah Israel yang terus memperluas permukiman Yahudi dan okupasi masjid Al Aqsha. Ketiga persoalan ini akan menjadi bola salju yang bisa melahirkan perlawanan rakyat Palestina atau yang dikenal sebagai intifadhah. Gelombang keresahan sudah demikian menekan rakyat Palestina, di tengah ketidakpedulian komunitas internasional atas penderitaan mereka.

Perlawanan rakyat Palestina terhadap agresi Israel pernah dilakukan pada tahun 1987. Itu lah intifadhah pertama yang begitu heroik dipimpin oleh Syaikh Ahmad Yassin.

Lalu, pada 28 September 2000, rakyat Palestina menggelar intifadhah kedua di Tepi Barat dan Jalur Gaza menentang penjajah Zionis. Para pemuda begitu heroik menentang agresor Israel dengan batu. Sebuah foto fenomenal akan mudah kita dapatkan di internet bagaimana seorang pemuda melemparkan batu ke tank Israel. Itu lah perlawanan paling akbar bagi rakyat Palestina terhadap negara tiran, Israel.

Pada intifadhah kedua, penjahat zionis Ariel Sharon menyerbu halaman masjid Al Aqsha. Penyerbuan itu melukai hati umat Islam di seluruh dunia. Sharon dikawal tiga ribu tentara bersenjata lengkap.

Kini, kehidupan sosial di Palestina juga semakin jauh dari kedamaian. Baru-baru ini, dua tentara Israel ditembak oleh pejuang Palestina. Beberapa pengamat insiden tersebut bisa menjadi lahirnya perlawanan baru. Intifadhah ketiga ini juga berkaitan dengan upaya umat Islam membebaskan masjid Al Aqsha dari cengkeraman zionis Yahudi.

Hamas pun sudah memberikan sinyalemen akan lahirnya intifadhah baru. Sinyalemen tersebut disampaikan salah satu petinggi Hamas, Mousa Abu Marzouk.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan lahirnya perlawanan baru. Salah satunya adalah kemarahan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel, selain kondisi ekonomi yang semakin sulit. Apalagi sejak Mesir dikudeta oleh militer, pendistribusian kebutuhan hidup sehari-hari semakin sulit diterima rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Bagi kalangan pers, lahirnya intifadhah ketiga merupakan keniscayaan. Jurnalis senior dari surat kabar al-Khalil Akbar, Walid Suleiman, menuturkan intifadhah ketiga akan datang lebih cepat dari yang dikira.

“Saya dapat memberitahu Anda dengan tingkat kepastian yang tinggi, bahwa intifada akan datang , mungkin lebih cepat dari yang kita kira,” demikian dikatakan Walid, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pergolakan amarah terhadap kondisi kehidupan di Palestina tidak hanya digelorakan Hamas. Fattah pun merasakan hal yang sama.

Pendapat yang lebih keras pernah disampaikan
Mufti al-Quds Sheikh Muhammad Husain. Dia  menegaskan Intifada Ketiga akan meletus di Palestina. Dia juga memperingatkan eskalasi ketegangan dan kerusuhan di kawasan.

“Bangsa Palestina tidak akan membiarkan rezim penjajah (Israel) mengubah situasi yang menguntungkannya. Bangsa ini mengetahui bagaimana cara melawan penjajahan, ” kata Sheikh Muhammad Husain kepada televisi al-Alam.

Mufti al-Quds memandang kondisi Palestina khususnya al-Quds sangat memprihatinkan. Ia mengatakan, tindakan Israel yang menggali tanah di sekitar Masjid al-Aqsha dan merusak rumah-rumah warga Palestina sebagai akibat dari kegagalannya untuk menyerbu masjid ini dan mengontrol situasi terbaru di kota itu.

Sheikh Muhammad Husain menilai gugur syahidnya Arafat Jaradat, seorang tahanan Palestina akibat disiksa di penjara Israel sebagai penyebab meningkatnya ketegangan di kawasan.

“Dunia harus mengetahui bahwa simbol-simbol Arab dan Islam di Palestina pendudukan dalam bahaya akibat pendudukan dan agresi Israel,”tandasnya.

Lebih lanjut Sheikh Muhammad Husain menegaskan, tak diragukan lagi bangsa Palestina tidak akan menyerah dan dengan cara perlawanan yang terbaik, mereka tidak akan membiarkan Israel menerapkan konspirasinya. (*)

Print Friendly, PDF & Email