Newsflash

Peran strategis kami, sesuai tagline, adalah membangun Indonesa yang lebih beradab. Adab di sini tidak mengarah pada etika dalam bahasa Indonesia, melainkan peradaban atau hadharah dalam pengertian bahasa Arab. Kami di MIUMI akan membangunnya lewat ilmu dan pemikiran yang dibarengi dengan kerja-kerja strategis.

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday59
mod_vvisit_counterYesterday315
mod_vvisit_counterThis week875
mod_vvisit_counterLast week2327
mod_vvisit_counterThis month5904
mod_vvisit_counterLast month10472
mod_vvisit_counterAll days93063

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 50.16.108.167
,
Today: Jun 19, 2013

Contact us via YM

Follow Us

Fan Page

FORMULIR PENDAFTARAN MIUMI

UNDUH FORM REGISTRASI MIUMI  DI SINI

Galleries

Para Inisia...
Image Detail

MIUMI Release Books

thumbs_booksthumbs_booksthumbs_booksthumbs_books

Tags

MP3 Player

mp3 flash player by undesign website design.

Pandangan Ketua MIUMI tentang RUU KKG

Bahaya Liberalism 1

Undangan Tabligh Akbar

Home

Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia

Miss World

PDF Print E-mail
Written by DR. Adian Husaini   
Monday, 15 April 2013 09:42

Pada 5 September 2012 lalu, sebuah kontes kecantikan di Cina menuai kontroversi. Pasalnya, juri dianggap menetapkan kriteria fisik yang ‘terlalu ketat’.  Kontes yang diselenggarakan oleh “The Chinese website Model Net (mtw.cc), antara lain mensyaratkan: mulai babak semifinal dan seterusnya, jarak antara dua puting payudara harus di atas 7,8 inci (20 cm). Menurut panitia, kriteria ‘cantik’ itu berdasar pada standar Cina klasik dipadukan dengan hasil riset ilmiah modern.

Banyak pihak mengkritik krtiteria “cantik” dalam kontes ini. Tapi, dalam kontes kecantikan,  yang dinilai dan diukur memang fisik kontestan. Mata, alis, jidat, hidung, bibir, leher, pipi, rambut, payudara, perut, pantat, dan kaki kontestan harus tampak cantik!  Semua anggota tubuh itu harus bisa dilihat dengan jelas dan bisa ‘diukur’ oleh dewan juri.

Tahun 2011, sebuah situs perempuan memberitakan adanya sebuah kontes pemilihan vagina terindah di AS. Kontes itu diberi nama “The Most Beautiful Miss V Contest”, yang diselenggarakan oleh sebuah klub di Portland, Oregon. Kononnya, juri dalam kontes itu terdiri atas enam orang selebriti setempat.  Untuk menentukan pemenangnya, si juri dibekali dengan alat kaca pembesar. Akhirnya, setelah melakukan penelitian dengan cermat, terpilihlah seorang juara yang dianugerahi mahkota dan gelar sebagai “Miss Beautiful Vagina 2011”.

 

Antara ”Miss Universe ” dan” Sapi Perah”

PDF Print E-mail
Written by Dr. Adian Husaini   
Tuesday, 09 April 2013 15:59

Menjelang bulan suci Ramadhan 1430 Hijriah, media massa Indonesia banyak menyiarkan berita tentang prestasi yang diraih oleh Zivanna Letisha Siregar, anak Indonesia yang ikut dalam Kontes Ratu Kecantikan Sejagad (Miss Universe) 2009.

Hasil jajak pendapat di missuniverse.com pada Kamis (20/8/2009) menunjukkan, Zizi – panggilan Zivanna – menduduki peringkat ketiga, satu prestasi yang belum pernah diraih oleh putri Indonesia sebelumnya. Prestasi itu diraih karena banyaknya orang Indonesia yang mendukungnya lewat polling. Media massa pun gegap gempita mendukungnya. Banyak yang secara terbuka bangga dan berharap, Zizi akan menang dalam kontes Miss Universetersebut.

Menariknya, hampir tidak tampak lagi suara yang mempersoalkan keikutsertaan wakil Indonesia tersebut di pentas pemilihan Ratu Sejagad. Nyaris tak terdengar suara MUI, Departemen Agama, NU, Muhammadiyah, dan sebagainya. Seolah-olah kehadiran Zizi di pentas kecantikan internasional itu memang sudah direstui oleh bangsa Indonesia. Padahal, dalam kontes tersebut, Zizi menampilkan pakaian bikini yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu mengundang kontroversi.

Begitu kuatnya arus global informasi tersebut, sehingga mampu menyekat suara-suara yang berbeda. Semua seperti digiring untuk bungkam. Seolah-olah banyak yang sudah tahu akan resiko yang dihadapi jika berani mempersoalkan hal-hal seperti ini, maka akan dengan mudah dikecam sebagai manusia yang sok moralis, menghambat kebebasan berekspresi, kaum radikal, dan sebagainya.

Last Updated ( Tuesday, 09 April 2013 16:01 )
 

Perbedaan Ahlussunnah dan Syiah Sulit Didamaikan

PDF Print E-mail
Written by Kholili Hasib   
Tuesday, 09 April 2013 02:35

Ahlussunnah tidak bisa bersatu dalam akidah dengan Syi’ah. Sebab, Perselisihan ajaran Ahlussunnah dan Syiah di Indonesia itu serius. Demikian ditegaskan Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA, M.Phil dalam acara Bedah Jurnal Islamia yang bertema “Ahlussunnah dan Syiah, Beda Akidah, Syariah atau Politik?” di Aula Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Sabtu 06/04/2013. Perselisihan ajaran Ahlussunnah dan Syiah di Indonesia itu serius. Seperti tidak bisa didamaikan.
Perbedaan Ahlussunnah-Syiah itu sulit didamaikan”, kata Gus Hamid yang juga pimred Jurnal Islamia.

Gus Hamid juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus perselisihan Ahlussunnah dan Syiah di Indonesia akhir-akhir ini. “Persoalannya sekarang, apakah Syiah itu toleran dengan Ahlussunnah?”, ujar Direktur INSIST ini mempertanyakan sikap Syiah saat ini. Ia menerangkan, dalam kenyataannya Khumaini ternyata secara diam-diam memvonis mati Syeikh Ihsan Ilahi Dzahir rahimahullah, ulama Sunni asal Pakistan karena Syeikh Ilahi Dzahir mengkritik Syiah. “Khumaini tahun 80-an menjatuhkan vonis mati kepada Salman Rusydi, penulis Novel ayat-ayat Setan. Mungkin kita bangga dengan keberanian ini. Tapi secar diam-diam ia memfatwakan Ihsan Ilahi Dzazhir itu difonis mati karena mengkritik Syiah”, jelasnya.

 

Mengkristenkan Jawa

PDF Print E-mail
Written by Dr. Adian Husaini   
Monday, 08 April 2013 12:57

”Mengkristenkan Jawa: Dukungan Pemerintah Kolonial Belanda terhadap Penetrasi Misi Kristen”.Itulah judul buku karya Muhammad Isa Anshary, alumnus Program Magister Pemikiran Islam—Universitas Muhammadiyah Surakarta. Buku terbitan Pustaka Lir-Ilir, Surakarta, tahun 2013, ini diangkat dari Tesis penulis di Universitas yang sama. Karena kajiannya yang mendalam dan komprehensif, buku ini bisa dijadikan sebagai salah satu rujukan penting dalam studi Misi Kristen di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa.

Studi yang dilakukan Muhammad Isa Anshory melengkapi studi sejenis yang pernah dilakukan oleh Aqib Suminto, Deliar Noer, Alwi Shihab, dan sebagainya. Studi ini juga menguatkan kesimpulan para peneliti sebelumnya, bahwa pemerintah penjajah Belanda secara sistematis membantu kegiatan misi Kristen di Indonesia. Disimpulkan: ”Melihat praktiknya, politik etis sebenarnya adalah upaya pemerintah Hindia Belanda untuk mengkristenkan atau membaratkan rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim.”

Tulisan ini sepenuhnya didasarkan pada data yang disajikan dalam buku ”Mengkristenkan Jawa” tersebut. Untuk bahan-bahan referensi lebih lanjut, pembaca dipersilakan merujuk langsung pada buku tersebut.

 

Catatan Kritis Untuk Buku 40 Masalah Syi’ah (2)

PDF Print E-mail
Written by Fahmi Salim, MA   
Sunday, 07 April 2013 04:20

Berikut ini adalah catatan eksklusif Ustad Fahmi Salim, MA, yang ditunjuk oleh MUI Pusat untuk menjadi Pembahas/Pembanding dalam acara Bedah Buku “40 Masalah Syiah” karangan Emilia Renita dan Jalaluddin Rakhmat oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang Kemenag RI tanggal 17 Desember 2012 silam.
Catatan eksklusif ini beliau percayakan kepada Hidayatullah.com untuk dipublikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dari saya kepada umat, agar khalayak tahu kerusakan ajaran Syi’ah dan metode penulisan tokoh-tokohnya yang sangat jauh dari etika ilmu dan adab ilmuan. Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan pertama (http://www.miumipusat.org/index.php?option=com_content&view=article&id=158%3Acatatan-kritis-untuk-buku-40-masalah-syiah-&catid=34%3Anews&Itemid=63&lang=en),
------
Hadis 12 Khalifah memang cukup populer dan diriwayatkan dalam kitab Shahih al-Bukhari no.6796 dan Shahih Muslim no.1821 dari Jabir bin Samurah. Selanjutnya, penulis menyatakan, “Hadis tentang 12 khalifah yang melanjutkan Nabi saw hanya dapat dijelaskan dalam keyakinan mazhab Syi’ah. Rasulullah saw menunjuk pengganti atau pelanjut sebanyak 12 orang. Ulama ahlussunnnah kebingungan untuk menjelaskan siapa 12 khalifah tersebut…Dalam kebingungannya, Ibnu Hajar Asqalani menulis, “Aku tidak menemukan seorangpun yang mengetahui secara pasti arti hadis ini”. Aneh juga kalau ahli hadis sebesar Ibnu Hajar tidak memahami arti hadis ini, padahal nama-nama 12 imam diriwayatkan banyak sekali dalam khazanah ahlisunnah.” (hal.54) Ia lalu menyebut nama seorang ulama bernama Al-Qunduzi Al-Hanafi wafat 1294 H menulis kitab Yanabi’ Al-Mawaddah, yang meriwayatkan penunjukan Rasulullah terhadap 12 imam Syi’ah berikut nama-namanya di Bab 76, hal.440.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 17

Sekilas Tentang Gus Hamid

MUIMI Dukung KPK Perangi Korupsi Lawan Koruptor