Sebagai bagian dari edukasi AILA kepada masyarakat bahwa ada nilai-nilai cinta hakiki yang bisa diajarkan orangtua kepada anaknya, AILA menyelenggarakan lomba cipta puisi Pesan Cinta untuk Ananda. Lomba ini diikuti hampir 200 peserta dalam dan luar negeri. Tercatat peserta dari Kairo, Riyadh dan Belanda menjadi peserta lomba.

Pesan cinta yang tertulis dalam puisi diharapkan AILA lebih meresap sebagai nasehat orangtua kepada ananda, karenanya dari pihak AILA, sebagai penyelenggara mengaku sulit menentukan pemenang lomba.

“Kami sulit untuk memilih pemenang karena semua mengekspresikan tulisannya terasa dari hati, tapi pemenang dalam lomba menulis ini tetap harus dipilih. Ini sebagai apresiasi AILA untuk pesan cinta yang memenuhi persyaratan penilaian yang diharapkan ”, terang Rita Hendrawaty Soebagio, Sekjend AILA yang juga turut menjadi juri, selain Presiden Teacher Working Group (TWG) sekaligus penulis, Herry Nurdi dan Pengurus Harian AILA yang juga Ketua GPR (Gerakan Peduli Remaja) Suci Susanti.

Meski demikian, semua pesan cinta dari ayah bunda adalah pemenang, karena masing-masing mewakili ketulusan dan cinta ayah bunda untuk ananda. Tiga pesan cinta terbaik akan dipublikasikan di media publikasi AILA, dan sebagai apresiasi kami atas semua pesan cinta untuk ananda, semua karya insya Allah akan dipublikasikan kemudian.

“Mereka adalah Nuzulia Rahma asal Tangerang sebagai juara pertama, Dania Puspitasari asal Jember sebagai juara kedua, Chandra Nila Murni Dewojati asal Sukoharjo sebagai juara ketiga, Anita Kesumahati asal Bandarlampung sebagai juara harapan satu dan Heri Mahbub Nugraha asal Cimahi sebagai juara harapan kedua”, terang Rita lagi, saat mengumumkan nama-nama pemenang yang dilakukan pada Sabtu malam, 22/02/2014.

Adapun kriteria penilaian yang kami gunakan ialah kompleksitas pesan; terkait bagaimana orangtua menjabarkan nilai-nilai pengasuhan pada anak, kepatutan psikologis, yaitu metode penyampaian pesan yang disesuaikan dengan usia psikologis anak, Gaya bahasa, pemilihan kata yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak, Nilai spiritual, kemampuan orangtua dalam meramu pesan yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama tanpa menggurui si anak, konteks kekinian, kemampuan orangtua dalam menghubungkan pesan dengan kondisi tekstual remaja saat ini.

Print Friendly, PDF & Email