Newsflash

"Berciri khas: lugas,cerdas dan bernas. Buku kumpulan Misykat ini membuktikan, Dr.Hamid saat ini merupakan salah satu dari sederet kolumnis terbaik di Indonesia." - DR. Adian Husaini

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday353
mod_vvisit_counterYesterday353
mod_vvisit_counterThis week2379
mod_vvisit_counterLast week2389
mod_vvisit_counterThis month8159
mod_vvisit_counterLast month7942
mod_vvisit_counterAll days84846

Online (20 minutes ago): 7
Your IP: 184.72.184.104
,
Today: May 25, 2013

Contact us via YM

Follow Us

Fan Page

FORMULIR PENDAFTARAN MIUMI

UNDUH FORM REGISTRASI MIUMI  DI SINI

Galleries

Para Inisia...
Image Detail

MIUMI Release Books

thumbs_booksthumbs_booksthumbs_booksthumbs_books

Tags

MP3 Player

mp3 flash player by undesign website design.

Pandangan Ketua MIUMI tentang RUU KKG

Bahaya Liberalism 1

Undangan Tabligh Akbar

Home

Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia

Indonesia Bertadabbur Al Quran

PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 25 May 2013 08:17

Sungguh, Tadabbur al-Qur'an itu sangat urgen. Karena ia merupakan sebab kemuliaan (izzah) kita. Tadabbur juga merupakan manhaj/metode nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam berinteraksi dengan al-Qur'an dan mengajarkannya kepada para sahabat. Imam Malik rahimahullah berkata, "Generasi Akhir ummat ini tidak akan membaik, kecuali dengan mengikuti metode yang telah mejadikan generasi awal ummat ini membaik". Generasi awal membaik dan berjaya karena berpedoman pada al-Qur'an dan as-ssunah. Mentadabburi ma'na Qur'an dan Sunnah merupakan jalan untuk memperbaiki keadaan umat dengan Qur’an dan Sunnah. Tadabbur merupakan cara terbaik untuk mengakrabkan ummat dengan Qur'an dan Sunnah. Sebagaimana dalam sabdanya, "Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang dengan kedua hal tersebut, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. Dan seseorang tidak mungkin bisa  tamassuk berpegang teguh dengan Qur’an dan Sunnah tanpa diawali dengan  pemahaman dan tadabbur terlebih dahulu.

 

Nasib Studi Islam di Perguruan Tinggi

PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 22 May 2013 04:49

Pada hari-hari ini, seperti biasa menyongsong tahun ajaran baru, banyak orang tua dan juga siswa yang sibuk bertanya, kemana akan melanjutkan kuliah? Banyak kampus sudah memasang iklan di media massa,  mempromosikan program studi di kampus masing-masing.

Seperti biasa, program studi Islam di berbagai perguruan tinggi Islam pun mulai menyiapkan diri untuk menggaet dan menerima mahasiswa baru. Menteri Agama RI belum lama ini menyampaikan, bahwa untuk saat ini, perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) distop dulu. Sekarang,  hanya ada  UIN di seluruh Indonesia.

Menteri Agama khawatir, pembukaan UIN akan semakin meminggirkan program studi Islam di kampus tersebut, sebagaimana yang terjadi selama ini. Sebab, bukan rahasia lagi, para mahasiswa  dan orang tuanya, lebih banyak yang berminat memasuki program-program studi umum yang dibayangkan akan lebih menjamin masa depan.

 

Workshop : Sejarah Peradaban Palestina dan Korelasinya dengan Peradaban Akhir Zaman

PDF Print E-mail
Written by Agastya Harjunadhi   
Thursday, 16 May 2013 07:41

 

Setiap diantara kita baik itu pendidik atau siswa, penting untuk mengetahui sejarah peradaban agamanya karena dari pengetahuan sejarah tersebut, kita mampu membangun nilai-nilai peradaban bangsa.

Sejarah Palestina tidak pernah bisa dilepaskan dari sejarah peradaban Islam baik dulu maupun sekarang hingga akhir zaman, karena Palestina adalah kiblat pertama umat Islam, tempat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Palestina adalah negeri Para Nabi, bahkan Palestina adalah salah satu Negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia.

Indonesia yang telah merdeka selama 67 tahun lebih seharusnya telah memiliki karakter bangsa yang kuat, tetapi pada kenyataannya bangsa ini semakin jauh dari moral dan karakter yang diharapkan. Apakah kehancuran moral dan karakter bangsa ini muncul dengan sendirinya? atau ada faktor-faktor eksternal yang secara sengaja berusaha melemahkannya……

Dengan workshop ini diharapkan para pendidik dapat menganalisa nilai-nilai karakter yang berbasis Al Qur’an dan Hadits serta mengintegrasikannya terhadap pembangunan karakter bangsa yang merupakan tujuan pendidikan Nasional.

Last Updated ( Friday, 17 May 2013 09:57 )
 

Teologi Perempuan dalam Islam

PDF Print E-mail
Written by Fahmy Salim, MA   
Thursday, 09 May 2013 10:41

Suatu  hari, saat sedang berkumpul bersama para sahabatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  didatangi Asma’ binti Yazid al-Anshariyah. Setelah dipersilakan, Asma menyampaikan aspirasinya kepada Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi  Allah  yang jadikan  ayah dan ibuku tebusanmu wahai Rasulullah, aku adalah perwakilan seluruh Muslimah. Tiada satu pun di antara mereka saat ini kecuali berpikiran yang sama dengan aku. Sungguh Allah telah mengutusmu kepada kaum laki-laki dan perempuan, lalu kami beriman dan mengikutimu. Kami kaum hawa terbatas aktivitasnya, menunggui rumah kalian para suami, dan yang mengan dungi anak-anak kalian. Sementara, kalian kaum lelaki dilebihkan atas kami dengan shalat berjemaah, shalat Jumat, menengok orang sakit, mengantar  je nazah, bisa haji berulangulang, dan jihad di  jalan Allah. Pada saat kalian haji, umrah, atau berjihad, kami yang jaga harta kalian, menjahit baju kalian, dan mendidik anak-anak kalian. Mengapa kami tidak bisa menyertai kalian dalam semua kebaikan itu?”

Rasul melihat-lihat para sahabatnya dan berkata, “Tidakkah kalian dengar ucapan perempuan yang bertanya tentang agamanya lebih baik dari Asma’?” “Tidak wahai Rasul,” jawab sahabat. Beliau lalu bersabda, “Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kaummu bahwa melayani suami kalian, meminta keridhaannya, dan menyertainya ke manapun ia pergi, pahalanya setara dengan apa yang kalian tuntut.” Asma’ lalu pergi keluar seraya bertahlil dan bertakbir kegirangan. Kisah di atas direkam oleh Abu Nu’aim al-Asbahani dalam kitab Ma’rifat al-Shahabah (Vol 22/420).

 

Sepatutnya Kontes Miss World Dibatalkan? (2): Penistaan Martabat Perempuan

PDF Print E-mail
Written by DR. Adian Husaini   
Tuesday, 07 May 2013 04:46

Lazimnya, perempuan biasanya ingin tampil cantik, dan senang dipuji kecantikannya.  Sementara laki-laki  lazimnya senang memandang kecantikan perempuan.  Keinginan naluriah itu ada pada manusia. Rasulullah saw pun memberitahukan, bahwa perempuan dikawini karena empat hal: kecantikannya, hartanya, nasabnya, dan juga agamanya. Nabi memerintahkan untuk mengutamakan faktor agama, jika rumah tangganya mau selamat. Toh, faktor cantik tidak dilarang untuk dijadikan sebagai pertimbangan. Sebab, itu memang naluriah laki-laki normal. Al-Quran juga menjelaskan, salah satu syahwat dunia adalah kecintaan kepada perempuan, anak-anak, harta perniagaan,emas dan perak, sawah ladang, dan peternakan. (QS 3:14).

Islam bukanlah agama yang membunuh naluri manusia, sehingga melarang pemeluknya untuk menikah dengan alasan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tapi, Islam juga bukan agama yang memerintahkan umatnya untuk mengumbar nafsu syahwatnya.  Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia.  Islam menunjung tinggi prinsip keadilan.Islam tidak membunuh hawa nafsu, tetapi mengendalikan dan mengatur hawa nafsu, sesuai dengan konsep Sang Pencipta, agar manusia meraih kebahagiaan (sa’adah); bukan sekedar meraih kepuasan syahwat jasmaniah. 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 16

Sekilas Tentang Gus Hamid

MUIMI Dukung KPK Perangi Korupsi Lawan Koruptor